Showing posts with label Web Programming. Show all posts

Mari Belajar jQuery - Menjalankan jQuery

0 komentar
jQuery dapat didownload pada situs officialnya di https://jquery.com/



Pada halaman situs tersebut terdapat button untuk men-download file jQuery. Ketika kita klik button tersebut, maka kita akan langsung diarahkan ke halaman untuk mendownload file jQuery. Ada beberapa pilihan format yang disediakan oleh jQuery. Silahkan pilih link download dengan tulisan "Download the uncompressed, development jQuery 3.*.*".

Setelah file jQuery terdownload, buatlah folder dengan nama "Latihan". Masukkan file jQuery kedalam folder tersebut.

Selanjutnya buat file html dengan nama "latihan1.html" menggunakan editor yang biasa digunakan untuk koding html seperti notepad++. Selanjutnya buat script html seperti berikut ini.
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta charset="UTF-8">
<title>OldmanCode</title>
<script src="jquery-3.3.1.js"></script>
</head>
<body>
</body>
</html>
Bisa kita lihat pada script diatas, untuk melakukan pemanggilan file jQuery yang sudah kita download cukup dengan menuliskan kode
<script src="jquery-3.3.1.js"></script>
Bagi teman-teman yang malas untuk download, ada cara kedua untuk melakukan pemanggilan jQuery. Caranya dengan menggunakan fasilitas CDN (Content Delivery Network). Contohnya seperti berikut.
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta charset="UTF-8">
<title>OldmanCode</title>
<script src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/3.3.1/jquery.min.js">
</script>
</head>
<body>
</body>
</html>
Dengan cara seperti ini, kita tidak perlu melakukan download file jQuery. Tetapi agar jQuery tetap berfungsi, kita harus selalu terhubung dengan internet.

Read More »

Mari Belajar jQuery - Pengertian jQuery

0 komentar

Pengertian jQuery

jQuery adalah javascript library yang merupakan kumpulan dari fungsi-fungsi javascript sehingga memudahkan programmer dalam membuat kode javascript.

jQuery dikembangkan pertama kali oleh John Resig di tahun 2006. Sejak saat itu, jQuery berkembang menjadi proyek opensource dan menjadi libary JavaScript paling populer di dunia. Situs resmi jQuery beralamat di jquery.com.

Karena jQuery ini merupakan kumpulan fungsi-fungsi yang meringkas syntak-syntak javascript, maka penulisannya bisa lebih singkat daripada kita hanya menggunakan javascript. contohnya seperti berikut.

var x = document.getElementById("id_element");
Dengan jQuery, penulisannya jauh lebih singkat:

var x = $("#id_element");

Kemudian hal yang menjadi pembeda antara javascript dengan jQuery adalah kompabilitas pada setiap web browser. Untuk javascript biasanya tidak semua browser mau menerima kodenya karena tidak kompatibel dengan versinya. Tetapi dengan jQuery kita bisa mengesampingkan versi web browser karena jQuery bisa mendeteksi versi yang cocok untuk digunakan pada web browser tersebut.

jQuery juga menyederhanakan fungsi AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) sehingga kita hanya menuliskan beberapa baris perintah saja.

Tidak hanya itu, jQuery juga dilengkapi oleh fitur-fitur menarik lainnya seperti datepicker, carousel, tabulasi, dan efek-efek animasi lainnya yang dapat mempercantik tampilan website kita.

Walaupun sekarang sudah banyak bermunculan pesaing jQuery seperti angular. Tetapi jQuery masih powerfull untuk dipakai. selain mudah, jQuery juga memiliki performance yang bagus sehingga masih cocok untuk website kelas atas.

Read More »

Membuat Load Content Web Secara Dinamis di Index.php

0 komentar

Sebenarnya saya bingung untuk membuat judulnya seperti apa, jadi saya ingin memohon maaf jika judulnya kurang pas. 😁

Yang jelas maksud saya menulis konten ini adalah untuk share bagaimana caranya membuat web kita lebih dinamis. Maksudnya dinamis disini adalah lebih ke kodingan di web yang kita buat agar lebih efisien. Contohnya, jika kita membuat web statis dengan berbeda halaman tentu saja kita harus membuat kodingan untuk widget-widget yang kita buat di setiap halaman seperti Menu Bar. Menu bar ketika kita menuju ke halaman berbeda-beda, pasti tampilannya akan sama saja. Padahal pada kenyataannya di web static kita harus mendefinisikan kodenya tiap halaman sehingga membutuhkan waktu dan source yang cukup banyak.

Nah dipostingan ini, saya ingin share sedikit bagaimana membuat halaman web dinamis, Jadi kita hanya menyimpan kode design-nya di dalam file index saja. Dan untuk kontennya kita tinggal membuat isi konten tanpa membuat lagi kode untuk design templatenya.

Baik selanjutnya akan saya tunjukkan bagaimana cara untuk membuatnya. Pertama-tama kita buat dahulu folder dengan nama praktek di htdocs. Selanjutnya masuk ke folder tersebut dan buat file index.php, Silahkan teman-teman lakukan pengkodingan untuk designnya disini. Dan untuk bagian kontennya, tempatkan kodingan seperti ini.

if(!empty($_GET['p'])){
   $p = $_GET['p'];
   $f = $_GET['f'];
   $pages_dir = 'pages/'.$f;
   $pages = scandir($pages_dir, 0);
   unset($pages[0], $pages[1]);

   if(in_array($p.'.php', $pages)){
      include($pages_dir.'/'.$p.'.php');
   } else {
      include('pages/blank.html');
   }
} else {
  include('pages/dashboard/dashboard.php');
}

Setelah itu buat folder dengan nama pages, folder ini nantinya akan menyimpan folder dari setiap konten. Setelah itu didalam folder pages, buat lagi folder dengan nama content dan didalamnya buat file dengan nama content.php. Silahkan isi file php tersebut dengan konten yang diinginkan.

Setelah selesai, panggil konten dengan mengetikkan pada url seperti contoh berikut :

http://localhost/praktek/index.php?f=content&p=content

Jika berhasil, maka konten yang kita buat akan muncul pada web. Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa melihat kodingannya pada project yang saya buat berikut.


Read More »

Pemrograman PHP Berorientasi Object (OOP)

0 komentar


Pada postingan kali ini saya ingin mencoba menuliskan sedikit tentang pemrograman PHP berorientasi obyek atau biasa disebut PHP OOP. Pemrograman berorientasi obyek merupakan konsep pemrograman yang berbasis obyek sebagai sasaran program. Dalam pemrograman berorientasi obyek biasa nya akan terdapat class yang membungkus fungsi-fungsi untuk mengimplementasikan class tersebut.

Sebagai contoh sebuah mobil. Mobil terdiri dari beberapa komponen yang saling melengkapi seperti ban, setir, spion, kursi, dashboard dan lain lain. Mobil kita ibaratkan sebagai class dan komponennya adalah fungsi-fungsinya. Jadi jika kita ingin menggunakan stir, maka kita harus mendefinisikan terlebih dahulu setir pada mobil mana yang akan kita gunakan.

Jika masih bingung, dibawah ini ada contoh dasar bagaimana pemrograman berorientasi obyek didalam PHP.

<?php
class Mobil { // Class dengan nama Mobil
 // Function dengan nama setir yang berada didalam class Mobil
    public function setir($input) { 
       // Pemrosesan untuk inputan yang diberikan
       if($input == 1) {
          $output = "Mobil belok ke kanan";
       } else if ($input == 2) {
          $output = "Mobil belok ke kiri";
       } else {
          $output = "Mobil jalan lurus";
       }
   
       return $output;
    }
}
// Pemanggilan method Mobil
$mobil = new Mobil;
// Pemanggilan function setir yang diberikan input 1 untuk diolah didalam class Mobil
echo $mobil->setir(1);
?>

Itulah sedikit contoh untuk pemrograman berorientasi obyek didalam PHP. Dan sebagai perbandingan dengan pemrograman prosedural, dibawah ini saya cantumkan tabel perbandingan antara pemrograman prosedural dan OOP.

Pemrograman Prosedural Pemrograman Berorientasi Obyek
Memecah program dalam fungsi dan data Menggabungkan fungsi dan data dalam program
Memiliki ciri Sequence (berurutan), Selection (pemilihan) dan Repetition (perulangan)  Memiliki ciri Encapsulation (pengemasan), Inheritance (penurunan sifat) dan Polymorphism (perbedaan bentuk dan perilaku)
Struktur program rumit karena berupa urutan proses dan fungsi-fungsi  Struktur program ringkas, cukup dengan membuat obyek dan class lalu bekerja berdasarkan object dan class tersebut.
Re-use kode program kurang Kode program terutama class sangat re-usable
Tidak cocok untuk pemrograman berskala besar, salah satunya karena kurang sulitnya mengkoordinasi temwork Sangat cocok untuk pemrograman berskala besar salah satunya karena mudah dalam pembagian teamwork
Mudah diawal, namun kompleks diproses selanjutnya Sulit diawal (karena harus membuat class) namun selanjutnya akan terasa mudah dan cepat
Eksekusi lebih lambat karena setiap perintah dikerjakan berurutan Eksekusi lebih cepat karena dieksekusi bersamaan, program hanya mengatur obyek, properties dan method-nya saa

Jika dilihat dari tabel diatas, OOP memiliki banyak kelebihan dari pemrograman prosedural. Jadi sudah saatnya kita mulai beralih ke konsep OOP dalam pemrograman kita. Apalagi bagi kita yang ingin belajar tentang framework PHP sudah semestinya paham tentang konsep OOP. Karena hampir semua framework PHP menggunakan konsep OOP didalamnya.

Read More »

Support untuk Yii 1 sudah berakhir

0 komentar

Setelah sukses dengan pengembangan Framework Yii 2, akhirnya Official Yii sudah menghentikan support untuk Framework Yii 1 nya. Akhir tahun 2016 adalah tahun terakhir dimana official yii masih men-support untuk security issues-nya. Dan sekarang Yii 1 sudah benar-benar tidak ada support lagi dari official.

Namun walaupun begitu, source framework Yii 1 masih bisa didownload secara gratis. Sehingga bagi siapapun yang sudah dan ingin mencoba membuat project dengan Yii 1 masih men-download source-nya di situs resmi Yii Framework. Dan berikut kutipan pengumuman dari official Yii Framework.

"Yii 1.1 support was originally announced as "Dec 31, 2015 (may be extended further if needed)". In March we've conducted a survey and since December is close, it's time to officially announce our decision.
Yii 2.0 has been a great success and even though there are still a lot of projects using Yii 1.1 we have to make a decision as our resources are limited. We have been focusing on Yii 2.0 development in the past year and there was not much activity for Yii 1.1.
We have now decided to not accept any features or enhancements for Yii 1.1 anymore. We'll close feature request tickets and related pull requests soon. As we also obviously do not have enough time to fix all the reported bugs ourselves we will review the open tickets and only keep the critical ones open. Most of bugs are open for such a long time that probably affected projects had already implemented workarounds anyway.
So here is the timeline: Yii 1.1 will receive critical bugfixes and PHP 7 compatibility fixes till the end of 2016. After that we will only respond to and fix security issues if any will be found until at least the end of 2018. Even after security support has ended, all the code and documentation will be still available.
If you have any questions or concerns about this, feel free to get in touch with us."

Selamat Jalan Yii 1, Terima kasih atas ilmu dan manfaatnya selama ini.

Read More »

Membuat Koneksi Database menggunakan PHP PDO

0 komentar
Pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang bagaimana membuat koneksi ke database di PHP menggunakan PDO. Jika ada teman-teman yang belum mengetahui apa itu PDO, teman-teman bisa mengunjungi pembahasan sebelumnya mengenai Pengertian PDO (PHP Data Objects).

 

Untuk memulai praktek, pastikan terlebih dahulu dikomputernya sudah terinstall web server. Teman-teman bisa memakai aplikasi paketan untuk membuat web server seperti XAMPP, WAMP dan sejenisnya.

Jika dikomputer teman-teman sudah tersedia web server, kita sudah bisa untuk memulai prakteknya. Silahkan buat file bernama koneksi.php dan simpan di folder root web server masing-masing. Karena saya pakai XAMPP, maka saya menyimpannya di folder htdocs. Tulis sintak seperti dibawah ini.

<?php 
class koneksi {
 protected $dsn = "mysql:dbname=db_name;host=127.0.0.1";
 protected $user = "user_db";
 protected $dbPass = "password_db";
 protected $conn;

 public function __construct() {
  try {
     $pdo = new PDO($this->dsn, $this->user, $this->dbPass, array(PDO::ATTR_ERRMODE => PDO::ERRMODE_EXCEPTION)); 
     $this->conn = &$pdo;

   } catch (PDOException $e) {
     echo "Koneksi ke database gagal: ".$e->getMessage();
     die();
   }
 }

 public function __destruct() {
  try {
            $this->conn = null; //Closes connection
        } catch (PDOException $e) {
            file_put_contents("log/dberror.log", "Date: " . date('M j Y - G:i:s') . " ---- Error: " . $e->getMessage().PHP_EOL, FILE_APPEND);
            die($e->getMessage());
        }
 }
}
?>

Karena PDO itu cocok untuk pemrograman berbasis objek, maka disini kita mencoba untuk membuat kodingan yang berbasis OOP juga. Semua kode kita bungkus dengan class yang bernama koneksi. Untuk inisialisasi alamat dan kunci database kita buat beberapa variable yang bersifat protected, artinya variabel tersebut bersifat global tetapi dibatasi hanya sebatas class di package yang sama. Di dalam dunia OOP, protected bisa disebut modifier. Ada beberapa modifier yang bisa digunakan dalam dunia OOP. Tapi hal ini akan saya bahas ditulisan yang lain. Sekarang kita fokus saja untuk praktek membuat koneksi database menggunakan PDO.

Pada kodingan diatas kita bisa lihat untuk peng-inisialisasi-an variable untuk koneksi ke database MySQL, seperti berikut :

protected $dsn = "mysql:dbname=db_name;host=127.0.0.1";
protected $user = "user_db";
protected $dbPass = "password_db";

Bisa kita lihat pada variabel $dsn value nya berisi informasi nama database dan host tempat database berada. variabel $user berisi username dari database kita, dan $dbPass berisi password database. Pada variable $dsn, value nya bisa berbeda-beda tergantung dari database apa yang kita gunakan. Contohnya :

SQL Server Database : "mssql:host=$host;dbname=db_name"
Sybase : "sybase:host=$host;dbname=db_name"
SQLite : "sqlite:my/database/path/database.db"



Setelah variabel sudah di inisialisasi, selanjutnya kita akan membuat perintah untuk dapat berkomunikasi dengan database, sintaknya dapat terlihat pada bagian

new PDO($this->dsn, $this->user, $this->dbPass, array(PDO::ATTR_ERRMODE => PDO::ERRMODE_EXCEPTION))

Sintak diatas adalah cara pemanggilan PDO untuk mengkoneksikan ke database sesuai dengan alamat yang sudah kita inisialisasi.

Untuk penerapan lebih lengkapnya terhadap aplikasi PHP, bisa teman-teman lihat dan pelajari pada postingan saya di Membangun sistem inventory barang bagian 1 (Proses Login) - PHP OOP & MySQL  dan di Membangun sistem inventory barang bagian 2 (Proses CRUD) - PHP OOP & MySQL.

Read More »

Pengertian PDO (PHP Data Objects)

0 komentar

Selamat pagi menjelang siang.
Kali ini saya akan menulis mengenai cara untuk membuat koneksi ke database MySQL dengan PDO. Sebelum memulai praktek alangkah baiknya jika kita sama-sama membahas terlebih dahulu pengertian dari PDO.

1. Pengertian PDO

PDO (PHP Data Objects) adalah interface universal yang disediakan oleh PHP untuk melakukan komunikasi dengan database server. Lalu apa bedanya dengan ekstensi mysql atau mysqli?

mysql atau mysqli digunakan hanya untuk koneksi dengan database MySQLsaja. Jika kita menggunakan database selain MySQL, maka ekstensi tersebut tidak bisa digunakan. Berbeda dengan PDO yang bersifat universal. PDO juga berbeda dengan ekstensi yang sudah saya sebutkan tadi. PDO hanya berupa interface yang memfasilitasi agar bisa berkomunikasi dengan database apapun. Konsep PDO ini dapat digambarkan sebagai berikut:

PHP PDO –> Database Driver –> Database Server

PDO bekerja dengan metode yang disebut “data-access abstraction layer”. Artinya, apapun jenis database server yang digunakan, kode PHP yang ditulis akan tetap sama. PDO menyediakan “abstraction layer” untuk berkomunikasi dengan database server.

PDO sangat cocok untuk pemrograman berbasis object (OOP). tidak seperti mysql atau mysqli yang sifatnya prosedural. Jadi bagi teman-teman yang ingin belajar pemrograman berbasis object sebaiknya mulai untuk menggunakan PDO ini baik untuk membuat koneksi ataupun proses CRUD. 

2. Jenis Database yang didukung oleh PDO

Ada beberapa jenis database server yang sudah didukung oleh PDO, antara lain :
  • CUBRID
  • MS SQL Server
  • Firebird
  • IBM
  • Informix
  • MySQL
  • MS SQL Server
  • Oracle
  • ODBC and DB2
  • PostgreSQL
  • SQLite
  • 4D
Jika Kita lihat dari daftar database server diatas, banyak database server populer yang sudah didukung oleh PDO. Jadi teman-teman tidak perlu pusing untuk memikirkan kompabilitas dari PDO ini.

Read More »

Mengenal Variabel Global di PHP - Part 2

0 komentar
Selamat siang menjelang sore..
Hari ini saya akan melanjutkan untuk menulis tentang variabel global. Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul Mengenal Variabel Global di PHP - Part 1.

Baik kita langsung saja ke pembahasan. Variable global selanjutnya yang terdapat dalam PHP adalah:

1. Variabel $_REQUEST

Variabel ini merupakan variabel yang digunakan untuk mengambil data spesifik server seperti header, path dan lokasi script.

 Variabel $_REQUEST memiliki beberapa element seperti berikut ini :
Element/Code Deskripsi
$_SERVER['PHP_SELF'] Menghasilkan nama file dari script yang sedang dieksekusi
$_SERVER['GATEWAY_INTERFACE'] Menghasilkan versi dari Common Gateway Interface (CGI) yang dipakai server
$_SERVER['SERVER_ADDR'] Menghasilkan alamat IP dari host server
$_SERVER['SERVER_NAME'] Menghasilkan nama host server, misal: www.google.com
$_SERVER['SERVER_SOFTWARE'] Menghasilkan identifikasi software server, misal: Apache/2.2.24
$_SERVER['SERVER_PROTOCOL'] Menghsailkan nama dan revisi dari protokol informasi, misal: HTTP/1.1
$_SERVER['REQUEST_METHOD'] Menghasilkan metode yang dipakai untuk mengakses suatu halaman, misal: POST
$_SERVER['REQUEST_TIME'] Menghasilkan timestamp saat mulai meminta timestamp, misal: 1377687496
$_SERVER['QUERY_STRING'] Menghasilkan query string jika halaman diakses melalui query string
$_SERVER['HTTP_ACCEPT'] Menghasilkan header yang diperbolehkan
$_SERVER['HTTP_ACCEPT_CHARSET'] Menghasilkan karakter set, misal: utf-8,ISO-8859-1
$_SERVER['HTTP_HOST'] Menghasilkan Host header
$_SERVER['HTTP_REFERER'] Menghasilkan URL komplit dari halaman yang dibuka.
$_SERVER['HTTPS'] Mengecek apakah script berjalan diatas protokol HTTP secure
$_SERVER['REMOTE_ADDR'] Menghasilkan alamat IP dari tempat user client membuka halaman.
$_SERVER['REMOTE_HOST'] Menghasilkan nama Host dari tempat user client membuka halaman.
$_SERVER['REMOTE_PORT'] Menghasilkan port yang dipakai oleh mesin yang digunakan user dalam berkomunikasi dengan webserver.
$_SERVER['SCRIPT_FILENAME'] Menghasilkan pathname absolue dari script yangs edang dijalankan.
$_SERVER['SERVER_ADMIN'] Menghasilkan nilai yang diberikan kepada SERVER_ADMIN yang ada pada file konfigurasi web server, misal:  someone@www.some-web.com
$_SERVER['SERVER_PORT'] Menghasilkan port yang digunakan oleh web server pada mesin server, misal: 80.
$_SERVER['SERVER_SIGNATURE'] Menghasilkan versi server dan virtual hot name yang mana telah ditambahkan pada halaman yang telah digenerate oleh server.
$_SERVER['PATH_TRANSLATED'] Menghasilkan nama file system berdasarkan path dari script yang sedang dijalankan.
$_SERVER['SCRIPT_NAME'] Menghasilkan Path dari halaman yang dibuka.
$_SERVER['SCRIPT_URI'] Menghasilkan URI dari halaman yang dibuka.

2. Variabel $_SESSION

Variabel ini berfungsi untuk menyimpan session yang dibutuhkan untuk sebuah halaman website. Session yang disimpan itu bisa berupa nama user, nama company atau yang lainnya.

Dibawah ini contoh sederhana penggunaan variable $_SESSION.

<?php  
 // Start the session  
 session_start(); // ini harus ditaruh sebelum tag <html>  
 ?>  
 <html>  
 <body>  
 <?php  
 // Set session variables  
 $_SESSION["userbame"] = "oldman";  
 $_SESSION["company"] = "oldman corp";  
 echo "Variabel Session telah di set.";  
 ?>  
 </body>  
 </html>
3. Variable $_COOKIE
Variable ini berfungsi untuk mengambil data cookie dari komputer pengguna. berikut contoh sederhana penggunaan variable $_COOKIE.

<html>  
 <body>  
 <?php  
 $cookie_name = "oldman";  
 if(!isset($_COOKIE[$cookie_name])) {  
   echo "Cookie named '" . $cookie_name . "' does not exist!";  
 } else {  
   echo "Cookie is named: " . $cookie_name . "<br>Value is: " . $_COOKIE[$cookie_name];  
 }  
 ?>  
 </body>  
 </html>
4. Variable $_FILE
Adalah variabel yang digunakan untuk mengambil beberapa informasi dari sebuah file yang diupload ke server. Informasi tersebut misalnya meliputi nama file, tipe dan ukuran suatu file.
<?php  
 if ($_FILES["file"]["error"] > 0) {  
  echo "Error: " . $_FILES["file"]["error"] . "<br>";  
 } else {  
  echo "Nama: " . $_FILES["file"]["name"] . "<br>";  
  echo "Tipe: " . $_FILES["file"]["type"] . "<br>";  
  echo "Ukuran: " . ($_FILES["file"]["size"] / 1024) . " kB<br>";  
  echo "Folder: " . $_FILES["file"]["tmp_name"];  
 }  
 ?> 

Itulah beberapa variable global di PHP, semoga tulisan ini dapat sedikit menambah wawasan teman-teman mengenai PHP. Nantikan tulisan saya selanjutnya yaa..

Read More »

Membangun sistem inventory barang bagian 2 (Proses CRUD) - PHP OOP & MySQL

1 komentar
Assalamu'alaikum Wr Wb.
Salam sejahtera codinger, Alhamdulillah hari ini saya masih diberi kesempatan untuk menulis artikel yang mudah-mudahan bisa berguna untuk para pembaca.
sebenarnya artikel ini adalah lanjutan dari sebelumnya yang berjudul Membangun sistem inventory barang bagian 1 (Proses Login) - PHP OOP & MySQL.

Sesuai judul diatas, kali ini saya ingin membahas mengenai proses CRUD berbasis PHP OOP & MySQL. Dalam aplikasi yang saya buat, banyak sekali proses CRUD, tetapi disini saya hanya akan menjelaskan beberapa proses saja. untuk lebih lengkapnya bisa kawan-kawan lihat di source code yang saya bagikan.

Hal pertama yang akan kita buat adalah sebuah form untuk mengisi data-data yang akan kita input-kan. saya mengambil contoh dalam aplikasi yang saya buat adalah file dengan nama create.php di folder master.

<form id="form-supplier" action="index.php?f=master&p=supplier action=proAddSupplier" method="POST">
    <div class="form-group">
       <label class="col-sm-2 control-label">Supplier Name *</label>
       <input type="text" id="SUPPLIER_NAME" class="input-block-level validate[required]" name="SUPPLIER_NAME" style="width:25%" />
    </div>
<div class="form-group">
       <label class="col-sm-2 control-label">Phone *</label>
       <input type="text" id="PHONE" class="input-block-level validate[required]" name="PHONE" style="width:25%" />
    </div>
<div class="form-group">
       <label class="col-sm-2 control-label">Contact Name *</label>
       <input type="text" id="CONTACT_NAME" class="input-block-level validate[required]" name="CONTACT_NAME" style="width:25%" />
    </div>
<div class="form-group">
       <label class="col-sm-2 control-label">Address *</label>
       <textarea name="ADDRESS" id="ADDRESS" class="form-control validate[required]" rows="3" style="width:50%"></textarea>
<div class="form-actions">
<input class="btn btn-primary" name="SAVE" type="submit" value="Save" />
</div>



Kemudian kita buat file untuk proses pengambilan data yang nantinya akan kita kirim ke function untuk melakukan query insert. Dalam proses ini saya mengubah data-data inputan menjadi sebuah data array yang nantinya dikirim ke function sebagai parameter. contoh source code-nya bisa dilihat di file save.php pada folder master.

<?php

if(isset($_POST['SAVE'])){
    $SUPPLIER_NAME = $_POST['SUPPLIER_NAME'];
    $PHONE = $_POST['PHONE'];
    $CONTACT_NAME = $_POST['CONTACT_NAME'];
    $ADDRESS = $_POST['ADDRESS'];
    $STATUS = 1;
    $CREATE_DATE = date('Y-m-d H:i:s');

    if(!empty($SUPPLIER_NAME) && !empty($PHONE) && !empty($CONTACT_NAME) && !empty($ADDRESS)) {
        $dataSupplier = array(
                ':supplier_name'=>$SUPPLIER_NAME,
                ':phone'=>$PHONE,
                ':contact_name'=>$CONTACT_NAME,
                ':address'=>$ADDRESS,
                ':status'=>$STATUS,
                ':create_date'=>$CREATE_DATE,
        );
        if($db->saveSupplier($dataSupplier)){
            header('Location: index.php?f=master&p=supplier&action=');
        }
    }else{
        header('Location: index.php?f=master&p=supplier&action=proAddSupplier');
        echo "<script>alert('Save data is failed!!');</script>";
    }
}
?>


Sekarang kita akan lihat bagaimana source code pada class SupplierModel di file SupplierModel.php, didalam class tersebut kita dapat membuat fungsi-fungsi untuk proses-proses yang kita inginkan, termasuk proses penyimpanan data. Jika kawan-kawan sedang membuka file SupplierModel.php, maka kawan-kawan akan melihat function dengan nama saveSupplier(). Didalam function tersebut terdapat proses query insert, bagi yang sudah faham dengan query di database, pasti tidak akan kesulitan untuk memahaminya. Kurang lebih source code-nya seperti berikut.

public function saveSupplier($dataSupplier) {
   $save = $this->conn->prepare("insert into tblsuplier (nama_suplier,alamat,phone,contact_name,status,create_date) 
   values (:supplier_name,:address,:phone,:contact_name,:status,:create_date)");
   $save->execute($dataSupplier);
   return $save;
}


Apakah sudah mengerti?
saya harap kawan-kawan tidak mengerti, sehingga membuat kawan-kawan penasaran dan mencari penjelasan sendiri. :D
Silahkan kawan-kawan bisa download secara gratis source code-nya, semoga bisa bermanfaat bagi kawan-kawan dan menjadi ladang amal bagi saya. :)

Download

Selamat Bereksplorasi...

Wassalam..

Read More »

Mengenal Variabel Global di PHP - Part 1

0 komentar
Assalamu'alaikum..
Selamat hari jum'at bro.. jangan lupa jum'atan buat temen-temen laki yang muslim ya..

Kali ini saya ingin sedikit berbagi ilmu mengenai variable global di PHP. Variable global adalah variable yang sudah disediakan oleh PHP sehingga kita bisa langsung memanggil mereka tanpa harus mendefinisikannya terlebih dahulu.

Disini saya akan mencoba menuliskan beberapa variable global di PHP yang sering digunakan oleh para programmer PHP dari newbie sampai expert.

1. Variable $_POST
Method POST biasa digunakan untuk "melempar" data yang di-input melalui form client untuk dikirim ke server. Method POST biasa digunakan untuk "melempar" data-data yang membutuhkan sekuritas lebih. Variable $_POST digunakan untuk menangkap "lemparan" data dari method POST. Berikut contoh code-nya.
<html>
  <head>
   <title>Form</title>
  </head>
  <body>
   <form action="" id="form" method="POST"> <!-- action berfungsi untuk mengarahkan kemana data akan dilempar ketika klik submit -->
    <input type="text" name="input_data" />
    <input type="submit" name="submit" value="submit" />
   </form>
  </body>
</html>

<?php 
if(isset($_POST['submit'])) { // kondisi untuk mengecek apakah ada action yang dikirim oleh submit
  echo $_POST['input_data'];
}
?> 
2. Variable $_GET
Method GET hampir sama fungsinya dengan method POST, yang menjadi pembeda adalah lemparan data dari form akan terlihat mengikuti url yang ada pada browser, dan untuk menangkap data lemparannya menggunakan variable $_GET. Berikut contohnya.
<html>
 <head>
  <title>get</title>
 </head>
 <body>
  <form action="get.php" id="form_get" method="GET">
   <input type="text" name="data_get" />
   <input type="submit" name="submit" value="Submit">
  </form>
 </body>
</html>

<?php
 if(isset($_GET['submit'])) {
  echo $_GET['data_get'];
 }
?>
Untuk method ini tidak disarankan digunakan untuk mengirim data-data yang bersifat rahasia karena akan muncul di URL.

3. Variable $_REQUEST
Variable ini dapat menangkap lemparan data dari method GET maupun method POST. Berikut contohnya.
<html>
 <head>
  <title>get</title>
 </head>
 <body>
  <form action="get.php" id="form_get" method="POST">
   <input type="text" name="data_get" />
   <input type="submit" name="submit" value="Submit">
  </form>
 </body>
</html>

<?php
 if(isset($_REQUEST['submit'])) {
  echo $_REQUEST['data_get'];
 }
?>


Oke untuk part 1 nya sampai sini dulu ya, nanti di lanjutkan lagi di part selanjutnya. terima kasih sudah mau berkunjung ke blog saya. Wassalam..

Read More »

Instalasi Framework Yii 2

0 komentar
Assalamu'alaikum..

Alhamdulillah setelah sekian lama vakum dalam dunia blog, kali ini saya akan mencoba memulai kembali kisah lama ini, semoga bisa istiqomah.. hehehe

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas tentang instalasi dan konfigurasi dasar framework Yii 2. Pasti teman-teman sudah sangat familiar dengan Yii 2 kan? Jika teman-teman yang sudah expert di Yii 2 silahkan untuk meninggalkan page ini.. hahaha peace... 

  • Instalasi Framework Yii 2
Sebelum teman-teman melakukan instalasi framework Yii 2, pastikan terlebih dahulu di komputer sudah ter-install XAMPP atau sejenisnya. Jika sudah terinstall teman-teman bisa langsung memulai untuk peng-install-an Yii 2 nya. Ada dua cara untuk penginstallan, pertama dengan mendownload archive source code nya yang sudah dikemas di .zip di situs Yii framework, kedua dengan menggunakan composer. Supaya lebih keren, saya akan menuliskan langkah-langkah instalasi menggunakan composer. berikut langkah-langkahnya :
1. Install dahulu composer di komputer. composer bisa di dapat di sini
2. Jalankan command prompt (kebetulan saya pake windows os)
3. Masuk ke direktori htdocs atau direktori tempat diletakan source code project php kita.
 cd C:\xampp\htdocs 
4. Selanjutnya ketikkan syntax berikut pada command prompt
Untuk basic

php.exe composer.phar create-project --prefer-dist --stability=dev yiisoft/yii2-app-basic nama-project

Untuk advanced

php.exe composer.phar create-project --prefer-dist --stability=dev yiisoft/yii2-app-advanced nama-project

5. Tunggu sampai proses download selesai.
6. Setelah proses download selesai, di command prompt masuk ke direktori project Yii kita kemudian ketik perintah berikut

php.exe init

7. Kemudian kita akan dihadapkan pada 2 pilihan, 0 untuk development dan 1 untuk production. Karena kita baru akan memulai project, lebih baik kita pilih pilihan 0 atau development.
8. Tunggu hingga proses selesai dan Framework Yii 2 kita sudah terinstall.
9. Untuk melihat apakah Framework sudah terinstall, buka browser dan ketikkan url :
  • "http://localhost/nama-folder/backend/web/" untuk backend (advanced)
  • "http://localhost/nama-folder/frontend/web/" untuk frontend (advanced)
10. Jika tidak ada masalah maka akan keluar tampilan seperti berikut.




Mudah sekali bukan?
Mungkin hanya itu yang bisa saya tulis untuk instalasi Framework Yii 2. Insya Alloh saya akan menulis lanjutannya terkait framework Yii 2 ini.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya yaa.. Wassalam..

Read More »

Tutorial Cara Memasang Google reCaptcha

0 komentar
Assalamu'alaikum Wr Wb.
Selamat malam kawan, pada malam yang cerah ini saya akan berbagi tentang bagaimana memasang google reCaptcha. Mungkin pembaca sudah sangat mengenal dengan yang namanya captcha. captcha berfungsi untuk mencegah serangan spam, dan pastinya untuk menjaga website kita dari serangan-serangan yang dapat menimbulkan kerugian bagi owner website tersebut. Sedangkan google reCaptcha merupakan API yang disediakan google untuk membuat captcha. Jika ada yang belum tahu apa itu API, bisa kawan-kawan baca di link berikut www.google.co.id.
Untuk dapat menggunakan google reCaptcha, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mendaftarkan email google untuk mendapatkan site key dan secret key.
Untuk mendaftar, kita bisa mengunjungi link dibawah ini.

https://www.google.com/recaptcha/intro/index.html 

 Kemudian kita klik tombol get reCAPTCHA seperti gambar dibawah ini.



Setelah itu kita diharuskan mendaftarkan domain website kita. Atau jika website kita masih di localhost, kita masukkan saja pada kolom domains dengan kata "localhost" (tanpa tanda petik), sebagaimana gambar dibawah.



Setelah itu klik tombol register dan nanti kita akan mendapatkan site key dan secret key domain website kita.
Sekarang kita akan menerapkan reCaptcha pada halaman login kita.
1. Pertama masukkan script dibawah ini di antara tag <head> </head>

<script src='https://www.google.com/recaptcha/api.js'></script>

2. Tambahkan script dibawah ini pada file halaman login, tepat dibawah kolom password.

<div class="g-recaptcha" data-sitekey="== Your site Key =="></div>

 3. Untuk lebih jelasnya lihat script di bawah ini (login.html).

<html>
  <head>
    <title>Google recapcha demo - Codeforgeek</title>
    <script src='https://www.google.com/recaptcha/api.js'></script>
  </head>
  <body>
    <h1>Google reCAPTHA Demo</h1>
    <form id="comment_form" action="proses.php" method="post">
      <input type="email" placeholder="Type your email" size="40"><br><br>
      <textarea name="comment" rows="8" cols="39"></textarea><br><br>
      <input type="submit" name="submit" value="Post comment"><br><br>
      <div class="g-recaptcha" data-sitekey="=== Your site key ==="></div>
    </form>
  </body>
</html>

 4. Untuk prosesnya bisa menggunakan script dibawah ini (proses.php)

<?php
        $email;$comment;$captcha;
        if(isset($_POST['email'])){
          $email=$_POST['email'];
        }if(isset($_POST['comment'])){
          $email=$_POST['comment'];
        }if(isset($_POST['g-recaptcha-response'])){
          $captcha=$_POST['g-recaptcha-response'];
        }
        if(!$captcha){
          echo '<h2>Please check the the captcha form.</h2>';
          exit;
        }
        $response=file_get_contents("https://www.google.com/recaptcha/api/siteverify?secret=YOUR SECRET KEY&response=".$captcha."&remoteip=".$_SERVER['REMOTE_ADDR']);
        if($response.success==false)
        {
          echo '<h2>You are spammer ! Get the @$%K out</h2>';
        }else
        {
          echo '<h2>Thanks for posting comment.</h2>';
        }
?>

 5. Setelah itu reCaptcha bisa digunakan sebagaimana mestinya seperti gambar dibawah ini.


Bagaimana? mudah sekali bukan??
Baik, hanya itu yang bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat bagi kawan-kawan pembaca.

Wassalam.

Read More »

Membangun sistem inventory barang bagian 1 (Proses Login) - PHP OOP & MySQL

9 komentar
Assalamu'alaikum Wr Wb,
Salam coding, apa kabar semuanya. Semoga selalu dalam keadaan baik dan sehat selalu. Sudah lama saya tidak mem-posting sesuatu di blog ini, dan untuk melepas kangen saya ingin berbagi ilmu mengenai PHP OOP dan MySQL.
Baik langsung saja, kali ini saya akan memposting bagaimana membuat proses login pada aplikasi berbasis web. mungkin memang masih sangat sederhana, tetapi setiap prosesnya sudah saya buat agar dapat menjamin keamanan pada aplikasi yang dibuat. sekali lagi ini masih sederhana, tetapi jika kalian dapat mengembangkannya sedikit lagi, saya yakin akan jadi aplikasi yang sempurna. tetapi sesempurna apapun aplikasi tetaplah hanya rokok yang sampoerna.. Kidding.. hahaha :D
Seperti pada judul, postingan ini bertujuan untuk berbagi ilmu tentang aplikasi inventory barang, hanya saja saya akan membaginya dalam beberapa part. karena satu proses saja bisa memakan waktu yang panjang. jadi mohon bersabar untuk part selanjutnya yaa.. ;)
Proses login yang saya buat ini juga memanfaatkan Store Procedure pada MySQL, jika kalian tidak tahu apa itu store procedure, bisa kalian baca di www.google.co.id.
Hal pertama yang harus dilakukan untuk memulai mengerjakan aplikasi web yang berhubungan dengan database, sudah pasti kita harus membuat koneksi antara aplikasi dengan database. Dibawah ini sekilas bagaimana kita membuat script PHP untuk mengkoneksikan aplikasi dengan database. dalam hal ini saya menggunakan PDO Connection.


<?php 
class koneksi {
   protected $dsn = "mysql:dbname=db_inventory;host=127.0.0.1";
   protected $user = "root";
   protected $dbPass = "";
   protected $conn;

   public function __construct() {
 try {
    $pdo = new PDO($this->dsn, $this->user, $this->dbPass, array(PDO::ATTR_ERRMODE => PDO::ERRMODE_EXCEPTION)); 
    $this->conn = &$pdo;

        } catch (PDOException $e) {
          echo "Koneksi ke database gagal: ".$e->getMessage();
   die();
 }
   }

   public function __destruct() {
 try {
            $this->conn = null; //Closes connection
        } catch (PDOException $e) {
            file_put_contents("log/dberror.log", "Date: " . date('M j Y - G:i:s') . " ---- Error: " . $e->getMessage().PHP_EOL, FILE_APPEND);
            die($e->getMessage());
        }
   }
}
?>
 Script koneksi.php

Kurang lebih script untuk koneksinya seperti itu. untuk script secara keseluruhan, kalian bisa dowload pada link dibawah. sebelum itu izinkan saya untuk memperlihatkan beberapa screenshoot dari proses login aplikasi ini.

 Screenshoot Form Login

 Screenshoot jika salah memasukkan username/password

 Jika melakukan 3 kali kesalahaan password, maka akun akan diblok.

 Halaman user management

 Halaman form create staff.

Untuk menghemat waktu, akan langsung saya bagi script-nya pada link dibawah ini. Kalian bisa menggunakannya untuk keperluan tugas kuliah atau yang lainnya. Tapi ingat, hanya meng-copy paste tidak akan membuat ilmu kalian bertambah, maka dari itu silahkan lakukan pengembangan dan eksplorasi, jangan hanya DOWNLOAD DAN PAKAI. Jadilah programer sejati. ;)
Semoga bermanfaat...
Wassalam..

Read More »

Membuat Laporan Di PHP menggunakan FPDF

5 komentar
Assalamu'alaikum Wr Wb.

Salam sejahtera sahabat semua, senang rasanya bisa sharing ilmu lagi disini. Pada postingan kali ini saya akam berbagi tentang bagaimana membuat laporan di PHP menggunakan FPDF.

FPDF (http://fpdf.org) merupakan salah satu library PHP yang memungkinkan untuk membuat / generate file PDF secara langsung dari PHP (on-the-fly) tanpa harus menginstall atau mengaktifkan modul PHP tertentu (seperti PDFLib). Tutorial ini akan diawali dengan penjelasan singkat mengenai FPDF beserta keunggulannya, lalu dilanjutkan dengan contoh sederhana penggunaan FPDF untuk meng-generate file PDF. Setelah itu akan dibahas mengenai contoh membuat laporan sederhana dimana datanya diambil dari database MySQL. Di bagian akhir tutorial, akan disertakan sumber dan referensi terkait dengan tutorial ini.

Apa itu FPDF?

Seperti sudah disebutkan di atas, FPDF merupakan suatu kumpulan class (library) PHP yang memungkinkan penggunanya dapat membuat halaman PDF dengan mudah dan tanpa perlu menginstall modul tambahan. F dari nama FPDF merupakan singkatan dari Free, jadi FPDF dapat didownload, digunakan dan dikembangkan secara bebas. FPDF dapat didownload secara gratis di http://fpdf.org/en/download.php beserta dokumentasi lengkapnya di http://fpdf.org/en/doc/index.php. Tersedia juga dokumentasi dalam bahasa Indonesia.
Berikut ini beberapa kelebihan dari FPDF yang terdapat di situs resminya, http://fpdf.org, adalah:
  • Choice of measure unit, page format and margins
  • Page header and footer management
  • Automatic page break
  • Automatic line break and text justification
  • Image support (JPEG, PNG and GIF)
  • Colors
  • Links
  • TrueType, Type1 and encoding support
  • Page compression

Nah, sudah cukup jelaskah penjelasannya?? saya yakin sahabat semua sudah mengerti.
sekarang akan saya perlihatkan bagaimana hasilnya membuat laporan denga FPDF. berikut screenshoot dan source-nya.



Dibawah ini script untuk meng-import ke pdf dengan nama cetak.php.

<?php
   include "koneksi.php";
   include "fpdf/fpdf.php";
  
    $pdf = new FPDF();
    $pdf->Open();
    $pdf->addPage();
    $pdf->setAutoPageBreak(true);
    $pdf->setFont('Arial','',12);
    $pdf->text(10,25,'LAPORAN DATA MAHASISWA');
    $pdf->Line(10,31,198,31);
    $yi = 50;
    $ya = 44;
    $pdf->setFont('Arial','',9);
    $pdf->setFillColor(222,222,222);
    $pdf->setXY(10,$ya);
    $pdf->CELL(6,6,'NO',1,0,'C',1);
    $pdf->CELL(40,6,'Nama Lengkap',1,0,'C',1);
    $pdf->CELL(50,6,'Tempat/Tanggal Lahir',1,0,'C',1);
    $pdf->CELL(20,6,'Jenis Kelamin',1,0,'C',1);
    $pdf->CELL(25,6,'Telepon',1,0,'C',1);
    $pdf->CELL(50,6,'Alamat',1,0,'C',1);
    $ya = $yi + $row;
    $sql = mysql_query("select * from mahasiswa order by nama ASC",$koneksi);
    $i = 1;
    $no = 1;
    $max = 31;
    $row = 6;
    while($data = mysql_fetch_array($sql)){
    $pdf->setXY(10,$ya);
    $pdf->setFont('arial','',9);
    $pdf->setFillColor(255,255,255);
    $pdf->cell(6,6,$no,1,0,'C',1);
    $pdf->cell(40,6,$data[1],1,0,'L',1);
    $pdf->cell(50,6,$data[2],1,0,'L',1);
    $pdf->CELL(20,6,$data[3],1,0,'C',1);
    $pdf->CELL(25,6,$data[4],1,0,'L',1);
    $pdf->CELL(50,6,$data[5],1,0,'L',1);
    $ya = $ya+$row;
    $no++;
    $i++;
    $dm[id] = $data[0];
    }
    $pdf->text(150,$ya+6,"TASIKMALAYA , ". date('d-M-Y'));
    $pdf->text(150,$ya+20,"KOORDINATOR");
    $pdf->output();
    ?>

Penjelasan Singkat :
Script include "koneksi.php"; dan include "fpdf/fpdf.php"; merupakan perintah untuk memanggil file koneksi.php dan fpdf.php, dimana koneksi.php merupakan file untuk mengoneksikan ke database mysql. sedangkan untuk fpdf.php merupakan file bawaan dari fpdf.
Script $pdf = new FPDF(); merupakan perintah untuk memanggil class FPDF sehingga function-function yang ada di fpdf bisa kita panggil untuk mengatur layout pdf yang kita inginkan.
$sql = mysql_query("select * from mahasiswa order by nama ASC",$koneksi); merupakan perintah query untuk memanggil data pada tabel mahasiswa.



Source lengkapnya bisa di download disini

Selamat mencoba.



Read More »

Landing page website template dengan bootstrap

0 komentar
Assalamu'alaikum Wr Wb.
Selamat sore menjelang malam, kali ini saya mau berbagi ilmu mengenai pembuatan website template menggunakan CSS bootstrap.
Bootstrap merupakan framework CSS dan Javascript yang sangat banyak digunakan dan mudah untuk di jalankan.
Pada postingan kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana membuat landing page menggunakan bootstrap. kurang lebih screenshoot-nya seperti di bawah ini.

Agar lebih jelas dan lebih menarik, silahkan teman-teman lihat dan download pada link di bawah ini.
Demo || Download

Semoga bermanfaat.. :)

Read More »

Aplikasi Sistem Informasi Sederhana Berbasis Web

2 komentar
Assalamu'alaikum.. Hai fans.. :D

Sudah lama sekali tak jumpa, maaf nih ane baru turun gunung, abis semedi dulu buat nambahin ilmu programmingnya.. hahaha
Oke deh gaperlu lama-lama, sebenarnya kali ini ane mau share aplikasi berbasis web tentang profil lembaga pendidikan dan pengolahan nilai mahasiswa, silahkan agan-agan yang mau ngembangin ni aplikasi ane kasi gratis.. tapi ya namanya juga gratis, jadi content dan fiturnya seadanya aja yaa.. yang penting fungsionalitasnya masih ada dan bisa dijadiin referensi bagi agan-agan sekalian..
kurang lebih screenshoot aplikasinya seperti ini nih..



Aplikasinya bisa agan download di bawah ini :
- 4shared Download || Demo

Untuk menjalankan aplikasi ini, di compy agan-agan harus sudah terinstall dulu yang namanya XAMPP atau sejenisnya, kemudian copykan file zip yang sudah di download ke folder htdocs lalu extract.
Import nilai_mhs.sql melalui phpMyAdmin atau command prompt.
Kemudian buka browser dan ketikan link http://localhost/laboratorium

Untuk masuk ke halaman admin, agan bisa ketikkan link http://localhost/laboratorium/admin
gunakan username : "admin" dan password : "ftia2009" untuk masuk ke halaman admin tersebut.

Mudah bukan??
eits tunggu dulu, masa segitu aja udah puas, ane ngasi aplikasi ini gratis bukan untuk di lihat doang woy.. coba kembangin tu aplikasi oleh agan-agan sendiri, tenang, ane ga bakal minta royalti koq.. hahahaha

baiklah, selamat ber-eksplorasi..

Read More »

Panduan Instalasi xampp-win32-1.8.3-1-VC11

0 komentar
Assalamu'alaikum.. Salam sejahtera..
Setelah lama nian tidak ngeposting sesuatu yang bermanfaat, kali ini Tulisan Ilmu akan berbagi panduan atau cara instalasi xampp-win32-1.8.3-1-VC11. XAMPP adalah sebuah software web server apache yang didalamnya sudah tersedia database server mysql dan support php programming. XAMPP merupakan software yang mudah digunakan, gratis dan mendukung instalasi di Linux dan Windows.

Baik, sebelum melakukan peng-instalan ada beberapa hal yang harus sobat penuhi, yaitu :
1. Harus punya kompi atau laptop. (jelas lah, emangnya mau nginstalin dimana tu xapmm?? hehe)
2. Kompi atau laptop sobat sudah terinstal Web Browser (Firefox, Chrome, Opera, dll).
3. Download xampp-nya disini.
4. Sobat harus sehat jasmani dan rohani serta punya mental yang kuat. hehehe...

Jika hal-hal diatas sudah terpenuhi, maka sobat dapat segera melakukan peng-instalan. ikuti langkah-langkah dibawah ini.

  • Setelah xampp berhasil di download, klik 2 kali pada installernya sampai muncul tampilan seperti dibawah ini.
  
  •  Klik next sehingga muncul tampilan seperti dibawah ini.
  • Usahakan semua fitur tercentang, kemudian klik next sampai muncul perintah untuk memilih dimana kita akan menyimpan folder installan, kemudian klik next.


  • Kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini. xampp versi BITNAMI telah support dengan berbagai CMS seperti joomla, drupal, dll sehingga dapat men-download langsung pada xampp-nya. hilangkan centang dan klik next.


  • Klik next pada tampilan berikut.


  • Selanjutnya adalah proses instalasi kedalam komputer kita. ini akan membutuhkan waktu beberapa menit, jadi harap sabar menunggu.

 

  • Jika tidak ada masalah, maka akan muncul tampilan seperti berikut. lalu klik finish.


  • Jika centang pada tamilan sebelumnya tidak dihilangkan, maka akan muncul tampilan xampp-control. fitur ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan beberapa service yang disediakan oleh xampp. klik Start pada service Apache dan MySQL.


  • Jalankan browser dan cek apakah xampp sudah berjalan sebagaimana mestinya. ketikkan localhost pada link bar di browser.

  

  • Jika tampilan sudah seperti di atas, maka proses instalasi berhasil dan selesai. sobat bisa langsung menggunakan xampp tersebut.

Baik, itulah Panduan Instalasi xampp-win32-1.8.3-1-VC11 yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan selamat mencoba..!!

Read More »